Sempat Unggul, Timnas U-17 Indonesia Akhirnya Dipaksa Menyerah Dari Zambia

Doha, Media Suarapergerakan.id | Pertandingan perdana Tim Nasional Indonesia U17 di ajang internasional menghadapi Zambia berlangsung dengan penuh tantangan dan emosi. Dalam laga yang digelar pada Rabu malam waktu setempat itu, anak-anak asuhan pelatih Nova Ariyanto harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor akhir 1-3. Meski kalah, pertandingan ini menyajikan banyak pelajaran berharga bagi skuad Garuda Muda.Selasa (5/11).

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menyerang. Indonesia yang menurunkan formasi 4-3-3 sempat tampil percaya diri dengan permainan cepat dari sektor sayap. Keberanian itu membuahkan hasil pada menit ke-18, ketika Mohammad Zahabi Gholy berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari lini tengah dan mencetak gol pembuka untuk Indonesia. Gol tersebut sempat membakar semangat pemain dan pendukung di tribun yang terus meneriakkan yel-yel dukungan.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Zambia mampu bangkit dengan tekanan tinggi dan agresivitas khas Afrika. Pada menit ke-32, Zambia berhasil menyamakan kedudukan melalui skema serangan balik cepat yang tidak mampu diantisipasi oleh barisan pertahanan Indonesia. Tak lama berselang, tepatnya di menit ke-41, Zambia menambah keunggulan lewat sundulan keras dari situasi bola mati. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-2 untuk keunggulan Zambia.

Memasuki babak kedua, pelatih Nova Ariyanto memberikan instruksi tegas kepada para pemainnya agar tampil lebih berani menguasai bola dan tidak ragu dalam melakukan duel fisik. “Kalau kalian tidak berani kuasai bola atau takut berbenturan, kita tidak akan pernah bisa memenangkan pertandingan. Harus berani!” tegas Nova di pinggir lapangan. Pesan itu tampaknya membangkitkan semangat pemain muda Indonesia. Di babak kedua, permainan Garuda Muda jauh lebih hidup — mereka mulai berani melakukan pressing tinggi, menguasai lini tengah, dan menciptakan sejumlah peluang emas.

Meski demikian, kurangnya pengalaman dan efisiensi penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, sementara Zambia memanfaatkan kelemahan di lini belakang Indonesia untuk menambah satu gol lagi pada menit ke-75, mengubah skor menjadi 1-3. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tersebut tidak berubah.

Usai pertandingan, Nova Ariyanto tetap memberikan apresiasi atas kerja keras anak asuhnya. “Hari ini kita harus legowo dengan hasil yang ada. Anak-anak sudah berjuang maksimal dan memberikan segalanya di lapangan. Namun di ronde kedua nanti, kita harus tampil lebih baik, lebih dominan, dan lebih percaya diri,” ujarnya dengan nada optimis.

Kekalahan ini menjadi pembelajaran penting bagi Timnas U17 Indonesia yang masih berproses membangun mental juara. Dengan pembenahan strategi dan peningkatan keberanian dalam duel serta penguasaan bola, diharapkan pada laga berikutnya Garuda Muda dapat tampil lebih matang dan memetik hasil positif demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *