Relevansi Pemikiran Transformasi Sosial Mansour Fakih dalam Konteks Pembangunan Kota Serang

Serang, Media Suarapergerakan.id | Gagasan tokoh pemikir Indonesia Mansour Fakih tentang “Transformasi sosial ” kini kembali relevan dalam konteks pembangunan Daerah, terutama di Kota Serang, Provinsi Banten. Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang, Audry Maulidia, menyoroti pentingnya penerapan konsep pemberdayaan masyarakat ala Mansour Fakih sebagai langkah menuju pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam tulisannya berjudul “Relevansi Pemikiran Transformasi Sosial Mansour Fakih dalam Konteks Pembangunan Kota Serang”, Audry menjelaskan bahwa selama ini arah pembangunan di Kota Serang masih didominasi oleh infrastruktur fisik, sementara pemberdayaan masyarakat belum sepenuhnya menjadi prioritas utama.

“Masih terlihat ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pinggiran Kota Serang,” tulis Audry.

Menurutnya, pemikiran Mansour Fakih yang menekankan pemberdayaan dari bawah (bottom-up) serta pendidikan kritis sangat relevan untuk diadaptasi oleh pemerintah Daerah. Masyarakat perlu dibekali dengan kesadaran kritis agar mampu menjadi subjek aktif pembangunan, bukan sekadar objek dari kebijakan.

Kesetaraan Gender sebagai Kunci Transformasi Sosial

Selain pemberdayaan masyarakat, Audry juga menegaskan pentingnya penerapan analisis gender dalam setiap kebijakan publik di Kota Serang. Ia menilai bahwa perempuan masih menghadapi berbagai bentuk ketimpangan dalam akses pendidikan, ekonomi, dan partisipasi politik.Pemerintah daerah perlu menerapkan perspektif kesetaraan gender secara nyata, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Pemikiran gender yang diperjuangkan oleh Mansour Fakih dapat menjadi landasan penting dalam menciptakan ruang partisipasi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Kolaborasi untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan

Dalam konteks pembangunan daerah, transformasi sosial membutuhkan keterlibatan semua pihak. Audry menegaskan bahwa pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan warga harus bersinergi membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Pemikiran kritis buah pemikiran mahasiswa seperti ini sangat perlu diapresiasi dan di kembangkan. Kajian tersebut harus dinilai sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial di lingkungannya.

“Pemikiran kritis mahasiswa seperti ini penting agar dunia akademik tidak terpisah dari realitas sosial dan kebutuhan masyarakat,”

Sementara itu, bagi Pemerintah itu sendiri, Penelitian dan kajian ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Membangun Kota Serang yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pemikiran “Transformasi Sosial Mansour Fakih”  memberikan arah baru bagi pembangunan Kota Serang agar lebih berpihak pada masyarakat dan berkeadilan. Dengan perubahan paradigma dari pembangunan yang didominasi para Elit, menjadi pembangunan partisipatif, diharapkan Kota Serang dapat menjadi contoh kota yang tumbuh dengan nilai kemanusiaan dan kesetaraan.


Penulis: Audry Maulidia
Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Kepala Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
Program Studi: Administrasi Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *