Peran Strategis Media Sosial dalam Perjuangan Serikat Pekerja: Workshop Media Bersama RRI Surabaya

Sidoarjo, Media Suarapergerakan.id | Dalam era digitalisasi yang berkembang pesat, media sosial telah menjadi salah satu instrumen paling penting dalam menyuarakan aspirasi, memperkuat solidaritas, serta memperluas jangkauan informasi di kalangan pekerja. Menyadari urgensi tersebut, sebuah workshop bertajuk “Penguatan Media Sosial untuk Gerakan Serikat Pekerja” diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber profesional dari RRI Surabaya, Dini Wardani, M. Ikom seorang Announcer dan praktisi penyiaran berpengalaman yang telah lama berkecimpung di dunia komunikasi publik.

Dalam sesi pemaparannya, Dini Wardani membahas teknik menjadi konten kreator dan host yang efektif, dengan fokus pada bagaimana Serikat Pekerja dapat menyampaikan pesan perjuangan secara kuat, positif, dan terarah melalui media sosial. Ia menekankan bahwa pekerja dan serikat kini tidak cukup hanya bersuara di ruang fisik, tetapi juga harus mampu membangun narasi dan memengaruhi opini publik di ruang digital.

“Media sosial bukan hanya tentang posting konten, tetapi bagaimana kita membangun pesan yang terstruktur, menarik, dan mampu menggugah kesadaran publik,” ungkapnya. Ia juga memberikan berbagai strategi praktis, mulai dari penataan materi visual, pemilihan diksi, hingga teknik membawakan konten agar tetap komunikatif dan informatif.

Nahju Sirot, salah satu peserta dalam Workshop Media Suara Pergerakan JATIM bersama Ketua Umum Sunandar

Workshop ini mendapat respons positif dari peserta, terutama dari tim media Suara Pergerakan. Salah satu anggotanya, Nahju, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa ilmu yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan Serikat Pekerja saat ini yang dituntut untuk adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

“Workshop ini membuka wawasan kami tentang bagaimana menyampaikan perjuangan buruh secara lebih efektif di media sosial. Semoga Suara Pergerakan bisa menjadi wadah aspirasi yang lebih besar dan kuat di era digitalisasi,” ujar Nahju.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Serikat Pekerja semakin mampu memaksimalkan peran media sosial sebagai alat perjuangan, menyebarkan informasi yang benar, serta menggalang dukungan publik secara lebih luas. Di tengah dinamika hubungan industrial modern, kemampuan mengelola komunikasi digital menjadi kunci penting dalam memperkuat posisi tawar buruh dan menjaga marwah gerakan pekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *