Peran Serikat Pekerja dalam mendukung program JKN BPJS kesehatan
Bogor, Media Suarapergerakan.id | Senin, 08 Desember 2025 – BPJS Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Harris Cibinong, Bogor, yang diikuti oleh para pemimpin Serikat Pekerja dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP KSPI) yang datang dari berbagai Daerah, serta perwakilan dari beberapa pemerhati dan pengawas BPJS kesehatan. Kegiatan yang digelar selama dua hari sejak Hari Minggu-Senin adalah sebagai ruang dialog untuk menyerap aspirasi, saran, dan kritik terkait implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah, sekaligus memetakan berbagai kendala yang masih dihadapi para pekerja.

Dalam kesempatan ini, BPJS Kesehatan juga melakukan sosialisasi rencana program baru “PPU Prioritas”, sebuah inovasi yang memungkinkan Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dapat langsung aktif pada hari pendaftaran, sepanjang memenuhi persyaratan tertentu. Program ini diharapkan menjadi terobosan untuk mempermudah akses jaminan kesehatan bagi pekerja dan mempercepat perlindungan kepesertaan.

FGD menghadirkan narasumber dari jajaran Deputi BPJS Kesehatan, serta pakar dan pemerhati Jaminan Sosial Nasional, termasuk perwakilan dari BPJS Watch, Jamkeswatch, Tombol Siregar dan para penanggap dari beberapa ketua umum Federasi seperti Serikat Pekerja Nasional (SPN), Iwan kusmawan, dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Ramidi dan sementara Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP-KSPI) adalah Sunandar.
Dalam penyampaiannya Sunandar mengatakan ” Tentunya sebagai badan penyelenggara Jaminan Sosial nasional BPJS Kesehatan masih sangat jauh dari kata sempurna,namun upaya perbaikan agar lebih baik tentunya menjadi permasalahan kita bersama sebagai pimpinan Serikat Pekerja”
Lebih lanjut Sunandar mengatakan bahwa kritikan dan saran sangat bagus bagi perbaikan system dan pelayanan yang lebih maksimal BPJS kesehatan. namun, mari kita bersama-sama membangun kesadaran dan kepedulian terhadap BPJS kesehatan sebagai produk yang diharapkan mampu menyelenggarakan jaminan sosial nasional dendengan optimal, pungkas Sunandar.
Para peserta memberikan berbagai masukan mengenai pelayanan fasilitas kesehatan, mekanisme rujukan, ketersediaan obat, sinkronisasi data kepesertaan, hingga tantangan regional terkait implementasi JKN. Berbagai rekomendasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan bagi BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan dan memastikan pekerja memperoleh hak perlindungan kesehatan secara optimal.
Kegiatan berlangsung interaktif dan hangat, mencerminkan komitmen bersama antara BPJS Kesehatan dan gerakan Serikat Pekerja untuk memperkuat sistem Jaminan Sosial Nasional yang lebih inklusif, responsif, dan berkeadilan.
