Relevansi Teori Adam Smith dalam Membaca Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Serang, Media Suarapergerakan.id | Dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir dinilai masih relevan untuk dianalisis menggunakan kerangka teori ekonomi klasik yang dikemukakan oleh Adam Smith. Prinsip utama seperti pembagian kerja (division of labor), peningkatan produktivitas, serta konsep tangan tak terlihat (invisible hand) terbukti masih mampu menjelaskan arah dan tantangan pembangunan ekonomi nasional di tengah perubahan global.

Transformasi Ekonomi dan Pembagian Kerja

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa transformasi struktural ekonomi Indonesia mencerminkan prinsip division of labor sebagaimana dikemukakan Adam Smith. Pergeseran kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor dengan produktivitas rendah menuju sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri manufaktur, pengolahan, dan jasa modern, menunjukkan semakin kuatnya spesialisasi ekonomi nasional.

Perkembangan ekonomi digital juga mempercepat proses ini. Spesialisasi berbasis teknologi serta diversifikasi kegiatan usaha dinilai berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas nasional.

Deregulasi dan Mekanisme Pasar

Konsep invisible hand atau mekanisme pasar bebas juga tercermin dalam berbagai kebijakan deregulasi yang dilakukan pemerintah Indonesia. Penyederhanaan perizinan usaha, reformasi birokrasi, serta penerapan sistem Online Single Submission (OSS) menjadi langkah strategis dalam menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.

Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi hambatan pasar, meningkatkan arus investasi, serta memberikan ruang bagi pelaku ekonomi untuk berkembang secara mandiri melalui mekanisme pasar.

Pasar Domestik sebagai Penggerak Utama

Besarnya pasar domestik Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, dinilai menjadi keunggulan struktural dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ekspansi kelas menengah, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta digitalisasi UMKM menjadi faktor utama yang menopang stabilitas ekonomi nasional, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Keterbatasan Pasar dan Peran Negara

Meski prinsip Adam Smith dinilai masih relevan, kajian tersebut juga menyoroti sejumlah keterbatasan mekanisme pasar di Indonesia. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi antara lain dominasi struktur oligopoli di sektor tertentu, tingginya biaya logistik antarwilayah, kesenjangan kualitas sumber daya manusia, serta ketergantungan terhadap ekspor komoditas primer yang rentan terhadap fluktuasi harga global.

Oleh karena itu, peran aktif negara tetap diperlukan, khususnya dalam menciptakan persaingan usaha yang sehat, mengatasi kegagalan pasar, serta memastikan distribusi hasil pembangunan yang lebih adil dan inklusif.

Kajian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Adam Smith masih memiliki validitas fundamental dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, realitas ekonomi nasional menegaskan bahwa mekanisme pasar tidak selalu berjalan sempurna, sehingga intervensi pemerintah menjadi elemen penting untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Penulis: Rafli Athallah Muzakir Program Studi: Administrasi Negara Universitas: Pamulang Kampus Serang Dosen pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P. Kepala Prodi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *