Serang, Media Suarapergerakan.id | Pemikiran sosiolog Indonesia Selo Soemardjan dinilai masih memiliki relevansi yang kuat dalam memahami dinamika perubahan sosial di tengah perkembangan masyarakat modern. Teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh Selo Soemardjan memberikan kerangka analisis yang kontekstual untuk membaca berbagai fenomena sosial yang terjadi di Indonesia saat ini.
Dalam berbagai karyanya, termasuk Perubahan Sosial di Yogyakarta, Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial merupakan akibat dari perubahan pada lembaga-lembaga sosial, seperti ekonomi, politik, dan budaya. Ia memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang dinamis, di mana perubahan dalam satu aspek akan berdampak pada aspek sosial lainnya.
Pemikiran tersebut dinilai relevan dalam menjelaskan berbagai perubahan yang terjadi di era modern, khususnya akibat transformasi digital dan globalisasi. Perubahan pola komunikasi, gaya hidup masyarakat, hingga sistem ekonomi berbasis digital merupakan bentuk nyata perubahan sosial yang sejalan dengan konsep yang dikemukakan oleh Selo Soemardjan. Ia juga menekankan bahwa proses modernisasi selalu membawa dampak ganda, yakni kemajuan di satu sisi serta tantangan sosial di sisi lainnya.
Salah satu keunggulan teori sosial Selo Soemardjan adalah kemampuannya mengintegrasikan teori sosiologi dengan konteks sosial-budaya Indonesia. Pendekatan ini menegaskan bahwa kajian sosiologi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai lokal seperti gotong royong, kekeluargaan, dan adat istiadat yang masih hidup di tengah masyarakat.
Namun demikian, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru bagi relevansi teori tersebut. Globalisasi dan digitalisasi mendorong perubahan sosial yang semakin cepat, terutama di kalangan generasi muda. Nilai-nilai lokal berpotensi mengalami pergeseran akibat kuatnya pengaruh budaya global. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan interpretasi terhadap pemikiran Selo Soemardjan agar tetap relevan dalam menjelaskan realitas sosial kontemporer.
Melalui kajian akademik dan diskusi kritis di lingkungan kampus dan organisasi, pemikiran Selo Soemardjan diharapkan terus dikembangkan sebagai landasan teoritis sekaligus etis dalam memahami perubahan sosial di Indonesia. Teori ini tidak hanya menjadi warisan keilmuan, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun masyarakat yang adil, berkeadaban, dan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Penulis: Fajar Kurniawan Program Studi: Administrasi Negara Universitas: Pamulang Kampus Serang Dosen pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P. Kepala Prodi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
