Mojokerto, Media Suarapergerakan.id | Komando Pasukan KEP (KOPASKEP) Korcab Sidoarjo menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) di Bumi Perkemahan Lumbung Wit-Witan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 20–21 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas, kedisiplinan, serta pemahaman ideologis anggota KOPASKEP.
Diklatsar tersebut menjadi momentum penting dalam membentuk karakter kader baru KOPASKEP yang militan, solid, dan memahami peran strategisnya dalam menjalankan fungsi nya di organisasi Serikat Pekerja FSP KEP-KSPI. Diklatsar KOPASKEP korcab Sidoarjo ini dilaksanakan selama 2(dua) hari sejak Sabtu-Mibggu 20-21 Desember 2025.
Pada hari pertama, acara dimulai dengan Pembukaan acara dan apel. Kemudian pada jadwal acara berikutnya, peserta dibekali dengan materi pemahaman tentang sejarah awal terbentuknya Satuan Tugas KOPASKEP yang lahir pada 28 Oktober 2016 dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) V FSP KEP-KSPI di Semarang.
Selain sejarah, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KOPASKEP sebagai satuan tugas di bawah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP KEP-KSPI). KOPASKEP memiliki mandat utama untuk menjaga, mengamankan, mengawal, serta melindungi pimpinan organisasi, anggota, dan seluruh kegiatan organisasi, termasuk aksi unjuk rasa.

Materi disampaikan langsung oleh Eko Windrianto, selaku Koordinator Daerah (Korda) KOPASKEP Jawa Timur. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, serta pemahaman ideologis sebagai fondasi utama bagi setiap anggota KOPASKEP.

“Diklatsar ini bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga pembentukan mental, karakter, dan kesadaran organisasi. KOPASKEP harus menjadi garda terdepan yang siap menjalankan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Eko.
Melalui kegiatan ini, KOPASKEP Korcab Sidoarjo berharap dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara ideologis dan organisatoris, sehingga mampu menjalankan peran strategisnya dalam setiap dinamika perjuangan buruh dan organisasi.
