Jakarta, Media Suarapergerakan.id | Partai Buruh secara resmi menetapkan struktur kepengurusan nasional periode 2026–2031 dalam Kongres ke V Partai Buruh yang digelar pada Rabu (21/1/2026) di Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta. Dalam kongres tersebut, Ir. H. Said Iqbal, M.E. kembali dipercaya sebagai Presiden Partai Buruh, sementara Ferri Nuzarli, S.E., S.H. ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh.
Kongres ke V Partai Buruh merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi partai yang dihadiri oleh pengurus pusat, perwakilan pengurus daerah, serta unsur organisasi sayap dan konstituen Partai Buruh dari seluruh Indonesia. Agenda utama kongres meliputi evaluasi kinerja kepengurusan periode sebelumnya, perumusan arah perjuangan politik lima tahun ke depan, serta pengesahan struktur kepengurusan nasional untuk masa bakti 2026–2031.
Melalui mekanisme musyawarah mufakat, seluruh peserta kongres menyepakati susunan kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi secara nasional. Kepengurusan periode ini juga diarahkan untuk memperluas basis perjuangan kaum buruh, petani, nelayan, dan rakyat kecil, sekaligus meningkatkan peran strategis Partai Buruh dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan pekerja, dan demokrasi ekonomi di Indonesia.
Kepengurusan Partai Buruh periode 2026–2031 diamanatkan untuk memperkuat kerja-kerja organisasi hingga ke tingkat akar rumput, memperkokoh soliditas internal partai, serta mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi agenda politik nasional maupun daerah, termasuk Pemilu 2029.
Kongres ke V Partai Buruh tahun 2026 ini mengusung tema “Partai Kami adalah Masa Depanmu – Raih Kemenangan Pemilu 2029”, yang mencerminkan optimisme dan komitmen partai untuk menjadi kekuatan politik alternatif bagi rakyat pekerja dan kelompok masyarakat tertindas lainnya.
Dengan ditetapkannya struktur kepengurusan baru ini, Partai Buruh menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi alat perjuangan politik kaum buruh dan rakyat kecil Indonesia, demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat.
