Sidoarjo, Media Suarapergerakan.id | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak,Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) Sidoarjo bersama PUK SP KEP Langgeng Makmur Industri, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP KEP Jawa Timur, serta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSP KEP menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama sebagai bentuk penguatan solidaritas dan konsolidasi organisasi di tengah momentum bulan suci Ramadan. Jum’at, (27/02).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota dari berbagai tingkatan organisasi, mulai dari tingkat PUK hingga DPP. Acara berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang diskusi strategis terkait kondisi pekerja menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) serta persiapan mudik Lebaran.


Ketua DPC FSP KEP Sidoarjo bung Dani Hertanto dalam pembuka acara menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat peran Serikat Pekerja dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota. Ia menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam mengawal hak-hak normatif pekerja, khususnya terkait pembayaran THR yang wajib dipenuhi oleh perusahaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua DPD FSP KEP Jawa Timur, Bung Siswanto juga menyampaikan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mempererat solidaritas antaranggota serta meningkatkan kepedulian sosial. Selain itu, organisasi diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memastikan tidak adanya pelanggaran hak pekerja menjelang hari raya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP FSP KEP Sunandar,S.H. menegaskan komitmen pimpinan nasional Federasi dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat basis. Ditekankan bahwa konsolidasi yang kuat di tingkat DPC dan PUK merupakan kunci dalam membangun Serikat Pekerja yang responsif, progresif, dan berpihak pada kesejahteraan anggota.
Melalui kegiatan ini, DPC FSP KEP Sidoarjo bersama seluruh perangkat organisasi berkomitmen untuk terus membangun Serikat Pekerja yang peduli, tanggap, dan mampu memberikan perlindungan nyata bagi anggotanya, khususnya dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan serta harapan akan meningkatnya komunikasi dan koordinasi dalam upaya perjuangan kesejahteraan pekerja di masa mendatang.
