FP JAMSOS Gelar FGD Strategis, Susun Buku Putih Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Menuju Universal Coverage 2045

Jakarta, Media Suarapergerakan.id | Forum Peserta Jaminan Sosial (FP JAMSOS) menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) bertema “Transformasi Sistemik Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Menuju Universal Coverage untuk Penguatan Indonesia Emas 2045” di Hotel Erian, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam penyusunan Buku Putih Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2045 sebagai peta jalan perlindungan pekerja Indonesia.

FGD Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan kementerian dan lembaga, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), hingga pakar dan ahli jaminan sosial. Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan aplikatif.

Komitmen Menuju Universal Coverage

Ketua Umum FP JAMSOS, Sony Aris Mardyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghimpun aspirasi dan masukan mendalam untuk memperkuat sistem jaminan sosial ketenagakerjaan nasional.

“FGD ini kami rancang sebagai ruang dialog strategis. Kami ingin memastikan bahwa rekomendasi yang tertuang dalam Buku Putih Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2045 benar-benar menjawab tantangan riil di lapangan dan dapat diimplementasikan secara bertahap menuju universal coverage,” ujar Sony.

Ia menambahkan bahwa universal coverage atau cakupan semesta menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem perlindungan pekerja yang adil, inklusif, dan berkelanjutan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dua Isu Sentral Pembahasan

Dalam FGD FP JAMSOS ini, pembahasan difokuskan pada dua isu utama:

  1. Rendahnya cakupan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan dan akar permasalahannya.
  2. Perancangan mekanisme inovatif untuk memastikan akses universal bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja sektor informal, pekerja mandiri, serta pekerja dengan pola kerja non-tradisional.

Isu ini dinilai krusial mengingat masih banyak pekerja Indonesia yang belum terlindungi secara optimal dalam sistem jaminan sosial ketenagakerjaan.

Lima Pilar Buku Putih Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2045

Sebagai dokumen strategis, Buku Putih Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2045 akan memuat analisis mendalam serta rekomendasi kebijakan transformatif dengan fokus pada lima aspek utama:

1. Evaluasi Sistem Terkini

Mengidentifikasi celah dan keterbatasan sistem yang menyebabkan rendahnya tingkat kepesertaan.

2. Model Pendanaan dan Iuran Fleksibel

Merumuskan skema kontribusi yang adil, proporsional, dan sesuai kemampuan berbagai segmen pekerja.

3. Teknologi dan Integrasi Data

Optimalisasi platform digital untuk pendaftaran, pembayaran iuran, serta pengawasan yang efektif melalui sinergi data antar-instansi.

4. Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan

Mendorong penegakan hukum yang tegas sekaligus pemberian insentif bagi pemberi kerja yang patuh terhadap regulasi.

5. Roadmap Bertahap Menuju 2045

Menyusun agenda prioritas dengan target waktu yang jelas guna mencapai universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan.

Fondasi Indonesia Emas 2045

Menurut FP JAMSOS, momentum menuju tahun 2045 harus dimanfaatkan untuk membangun sistem jaminan sosial yang tangguh dan inklusif. Universal coverage diyakini menjadi fondasi penting untuk menciptakan ketenagakerjaan yang bermartabat, meningkatkan produktivitas nasional, serta memperkuat ketahanan sosial.

“Buku putih ini bukan sekadar dokumen akademis, tetapi diharapkan menjadi acuan bersama bagi pemerintah, DPR, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan regulasi yang lebih progresif dan berpihak pada perlindungan seluruh pekerja Indonesia,” tutup Sony.

Rekomendasi hasil FGD FP JAMSOS ini akan menjadi bahan utama dalam finalisasi Buku Putih Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2045 yang rencananya akan segera diluncurkan dan diserahkan kepada para pengambil kebijakan dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *