Indonesia, 2026 . Media suarapergerakan.id | Trend kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi perhatian utama di kawasan Asia Tenggara. Data terbaru per 23 Februari 2026 menunjukkan sebagian besar negara mengalami lonjakan signifikan, baik pada bensin maupun diesel.
Berdasarkan data Global Petrol Prices, beberapa negara mencatat kenaikan tajam, terutama pada harga diesel yang berdampak langsung pada biaya logistik, transportasi, hingga harga kebutuhan pokok.
Indonesia Masih Relatif Stabil
Di tengah tren kenaikan regional, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kenaikan harga bensin 0% dan diesel 9,1%. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan stabilitas harga BBM terbaik di kawasan.
Stabilnya harga BBM menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi, terutama bagi pekerja dan sektor industri.
Perbandingan Kenaikan Harga BBM di Asia Tenggara
Beberapa negara mencatat kenaikan yang jauh lebih tinggi:
Thailand: Bensin naik 8,7% | Diesel 9,1%
Singapore: Bensin naik 20,5% | Diesel 44,0%
Malaysia: Bensin naik 28,7% | Diesel 57,9%
Vietnam: Bensin naik 31,8% | Diesel 45,9%
Laos: Bensin naik 32,9% | Diesel 72,4%
Cambodia: Bensin naik 52,8% | Diesel 78,7%
Philippines: Bensin naik 54,2% | Diesel 81,6%
Myanmar: Bensin naik 55,4% | Diesel 76,9%
Kenaikan tertinggi terjadi di Filipina dan Myanmar, dengan lonjakan lebih dari 50% pada bensin dan di atas 75% pada diesel.
Dampak Kenaikan BBM di Kawasan
Lonjakan harga BBM berpotensi memicu:
kenaikan biaya transportasi
peningkatan harga pangan
tekanan pada sektor industri dan UMKM
turunnya daya beli masyarakat
Kondisi ini membuat stabilitas harga BBM menjadi faktor strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesimpulan
Di tengah tekanan global, posisi Indonesia yang relatif stabil menjadi kabar positif bagi masyarakat dan pelaku industri. Ke depan, kebijakan energi dan pengendalian harga akan tetap menjadi faktor kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional.
