Kongres Partai Buruh V 2026, Fokus Penguatan Peran Strategis Perempuan dan Gerakan Buruh Global

Jakarta, Media Suarapergerakan.id | Partai Buruh menyelenggarakan Kongres Perempuan Partai Buruh pada Minggu (18/1/2026) di Hotel Tavia, Cempaka Putih, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran strategis perempuan, khususnya perempuan buruh, dalam perjuangan politik, ketenagakerjaan, dan keadilan sosial di Indonesia.

Kongres tersebut dihadiri oleh perwakilan perempuan buruh dari berbagai daerah, jajaran pengurus Partai Buruh, aktivis perempuan, sayap organisasi Perempuan Partai Buruh dan Suara Marsinah, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil. Forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional perempuan Partai Buruh untuk merumuskan arah perjuangan, strategi politik, dan agenda advokasi yang berpihak pada kepentingan perempuan pekerja.

Rasty, selaku Panitia Kongres V Partai Buruh sekaligus Pengurus DPP FSP KEP–KSPI, menyampaikan bahwa kongres ini merupakan wadah strategis untuk menyatukan pandangan dan memperkuat gerakan perempuan buruh secara nasional.

“Kongres ini menjadi ruang konsolidasi perempuan Partai Buruh untuk merumuskan arah perjuangan, strategi politik, serta agenda advokasi yang berpihak pada kepentingan perempuan pekerja,” ujar Rasty.

Dalam kongres tersebut, peserta membahas berbagai isu krusial perempuan buruh, di antaranya perlindungan buruh perempuan, perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT), kesetaraan upah, jaminan kerja yang layak, serta penghapusan kekerasan dan diskriminasi di tempat kerja. Selain itu, kongres juga menekankan pentingnya peningkatan keterwakilan perempuan dalam struktur kepemimpinan partai dan ruang-ruang pengambilan keputusan publik.

Kongres Perempuan Partai Buruh menegaskan bahwa perjuangan hak-hak perempuan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan kelas pekerja. Perempuan buruh dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan politik yang berkeadilan.

Sebagai hasil kongres, peserta menyepakati sejumlah rekomendasi dan agenda aksi yang akan menjadi landasan gerakan perempuan Partai Buruh ke depan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perempuan buruh dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan serta dinamika sosial dan politik nasional.

Melalui kongres ini, Partai Buruh menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi yang luas bagi perempuan, serta memastikan bahwa suara dan kepentingan perempuan buruh menjadi prioritas dalam setiap kebijakan dan perjuangan politik partai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *