Pandeglang, suarapergerakan.id – Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia (APSI) Pusat sukses menyelenggarakan Rapat Kerja
Nasional (RAKERNAS) yang dirangkaikan dengan Seminar, Diseminasi Kasus dan Workshop Nasional selama dua hari, sebagai upaya memperkuat peran Psikolog Sekolah dalam mendukung proses belajar siswa di Indonesia.
Sebagai sebuah asosiasi profesi, APSI memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja melalui layangan psikologi di sekolah. APSI sebagai wadah resmi para psikolog sekolah dituntut untuk terus memperkuat kapasitas organisasi, mengkonsolidasi visi dan misi, serta menyusun strategi kerja yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Salah satu isu krusial yang saat ini dihadapi di dunia pendidikan Indonesia adalah tingginya prevalensi kesulitan belajar pada siswa, baik yang bersifat spesifik (seperti disleksia, disgrafia dan diskalkulia) maupun yang terkait faktor psikososial, motivasi dan lingkungan belajar.
Kesulitan belajar yang tidak ditangani dengan tepat dapat berdampak pada menurunnya prestasi akademik, terganggu kesehatan mental, serta rendahnya rasa percaya diri siswa. Kondisi ini juga sering
memicu masalah lanjutan, seperti perilaku bermasalah di sekolah, kecemasan, bahkan putus sekolah.
Di sisi lain, banyak guru dan orang tua belum memiliki pengetahuan maupun
keterampilan memadai untuk mengenali dan menangani kesulitan belajar secara efektif. Psikolog Sekolah dituntut untuk juga selalu meningkatkan kompetensinya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam profesinya.
Menjawab kebutuhan di atas, dalam rangka Rakernas APSI 2025, APSI mengadakan rangkaian acara dengan tema besar “Optimalisasi Peran Psikolog Sekolah dalam Menangani Kesulitan Belajar Siswa untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Berkualitas.” yang dihadiri oleh para psikolog sekolah, guru, penyelenggara pendidikan, terapis, dan pemerhati pendidikan dari berbagai wilayah Indonesia.
Pada hari pertama, 22 November 2025, diselenggarakan Seminar Nasional dengan
menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memberikan wawasan ilmiah sekaligus praktis yang dapat langsung diterapkan di sekolah.

Seminar terdiri dari tiga sesi berikut:
Pertama “Meneropong Kebijakan Pendidikan Inklusif: Tantangan dan Kontribusi Psikolog Sekolah dalam Mengatasi Kesulitan Belajar” oleh Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M. Si., MM., Psikolog (Guru Besar Universitas Indonesia, Ketua Umum APSI 2003 -2008)
Kedua “Dari Kebijakan ke Implementasi: Optimalisasi Layanan Psikolog Sekolah bagi Siswa dengan Kesulitan Belajar” oleh Dr. Indun Lestari Setyono, M. Psi., Psikolog (Praktisi, Ketua Umum APSI 2014-2024)
Ketiga “Kesulitan Belajar, Neuropsikologi, dan Neurorehabilitas” oleh Dr. Augustina Sulastri.,Psikolog. (Ketua Umum Asosiasi Neuropsikologi Indonesia 2024-2028)
Seluruh sesi menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kurikulum, tetapi juga pada kesiapan sekolah dalam memahami kebutuhan tiap anak secara individual.Seminar ini menegaskan bahwa peningkatan layanan bagi siswa dengan kesulitan belajar membutuhkan sinergi antara kebijakan pendidikan inklusif, layanan psikolog sekolah, dan pemahaman neuropsikologi.
Sekolah perlu bergerak menuju pembelajaran yang berbasis kebutuhan individual, menggunakan asesmen untuk merancang intervensi yang tepat, serta menerapkan strategi pengajaran yang mendorong pemahaman mendalam.
Deteksi dini, kolaborasi lintas profesi, dan intervensi cepat menjadi kunci agar setiap anak mendapat dukungan optimal sesuai perkembangan otaknya.
Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan diseminasi kasus yang dihadapi Psikologi Sekolah selama menjalan profesinya di tingkat pendidikan di seluruh wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi media sharing session bagi Psikolog Sekolah sehingga dapat meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Rapat Kerja Nasional APSI dihadiri oleh pengurus APSI Pusat dan Pengurus APSI Wilayah dari seluruh Indonesia.
Peserta Rakernas terdiri dari 42 orang yang berasal dari 10 wilayah Indonesia
yakni Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Aceh,Jawa Barat, Kalmantan Selatan, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Banten, Riau dan Nusa Tenggara Barat. Setiap perwakilan wilayah pada kesempatan ini mempresentasikan kegiatan dan kebutuhan wilayah masing-masing.
Dari Rakernas ini dihasilkan rencana kegiatan yang akan dilakukan baik dalam skala nasional ataupun di wilayah masing-masing terkait kompetensi para psikolog sekolah di Indonesia dan rencana pengembangan modul-modul terkait perbaikan proses pendidikan di sekolah.
Isu utama yang akan menjadi program kerja adalah peningkatan kompetensi Psikologi Sekolah terutama dalam mendampingi sekolah dalam memberikan layanan inklusi di sekolah serta penanganan kasus kekerasan di sekolah. Positioning APSi dan peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak juga dianggap sebagai kunci kontribusi APSI pada masyarakat Indonesia.
Hari kedua, 23 November 2025, diseleggarakan dua workshop pararel yakni Workshop Movement Based Learning yang dibawakan oleh Ike R. Sugianto, S. Psi., Psikolog dan Workshop Disleksia dalam Praktik Psikologi Indonesia: Strategi Asesmen, Intervensi dan Pemanfaatan Teknologi Baru yang disampaikan oleh Dr. rer.nat. Shally Novita dan Fitriany Juhari, M.Psi.,Psikolog. Ketua APSI Pusat, Ibu Dr. Ratna Syifa’a Rachmahana, S.Psi, M.Si., Psikolog,
menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional bagi para Psikolog Sekolah untuk memperkuat kontribusi profesional mereka di dunia pendidikan.
“Peran Psikolog Sekolah semakin penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Melalui kegiatan Rakernas, seminar, diseminasi, dan workshop ini, APSI semakin diakui peran sertanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan berkomitmen untuk terus mendorong kualitas layanan psikologis yang lebih baik bagi seluruh peserta didik di Indonesia,” dalam siaran press release yang diterima suarapergerakan.id di Pandeglang, Selasa.
