Pasca Halal Bi Halal, DPD FSPKEP KSPI Jatim Matangkan Persiapan Mayday 2026

SURABAYA, Media Suarapergerakan.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan, Minyak, Gas, Bumi dan Umum (FSPKEP) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur menggelar acara halal bihalal sekaligus konsolidasi organisasi pada hari Senin, 6 April 2026. Bertempat di kantor sekretariat DPD FSPKEP KSPI Jatim di Jalan Dukuh Menanggal I, Surabaya, kegiatan ini menjadi ajang strategis mematangkan persiapan aksi Mayday 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus dan Biro DPD FSP KEP KSPI Jatim, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) KEP Jatim, awak Media Suara Pergerakan Jawa Timur (SUPER JATIM), serta seluruh jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSPKEP KSPI se-Jawa Timur. Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai awal kegiatan, di mana para pengurus saling bermaafan seusai merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Dalam sambutannya, Ketua DPD FSPKEP KSPI Jatim, Siswanto, menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh elemen serikat pekerja di Jawa Timur. Ia juga mengingatkan bahwa momen silaturahmi ini harus diikuti dengan penguatan barisan perjuangan.

“Atas nama keluarga besar FSP KEP Jatim, kami mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga semangat Idul Fitri membawa kita pada kesucian hati. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa setelah lebaran, perjuangan buruh harus terus bergulir. Mari kita fokus mempersiapkan Mayday 2026 dengan matang,” ujar Siswanto.

Usai sesi halal bihalal, Ketua DPD langsung mengajak seluruh peserta berdiskusi serius terkait persiapan teknis aksi Mayday. Acara diskusi yang berlangsung serius namun konstruktif tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD FSPKEP KSPI Jatim, Bung Sony Aris Mardyanto.

Bung Sony menegaskan bahwa konsolidasi kali ini memiliki fokus khusus, yaitu menjaring aspirasi dari tingkat bawah (DPC) terkait isu-isu aktual yang akan diangkat dalam rencana rapat dengar pendapat (hearing) dengan Pemerintah Kab/Kota di Jawa Timur.

“Mayday 2026 tidak sekadar aksi turun ke jalan. Kita akan lebih dulu melakukan hearing dengan pemda. Maka dari itu, hari ini saya pimpin langsung diskusi ini untuk menyerap langsung suara dari seluruh jajaran DPC se-Jatim. Apa keluhan paling mendesak di pabrik masing-masing? Soal upah, outsourcing, jaminan kesehatan, penerimaan peserta didik bagi anak buruh dan isu lainnya? Itu yang akan kita bawa ke meja dialog,” tegas Bung Sony Aris Mardyanto di hadapan peserta.

Para perwakilan DPC yang hadir secara bergantian menyampaikan kondisi riil di daerahnya masing-masing. Berbagai isu mengemuka, mulai dari kondisi global perang Iran – Israel/USA sampai sampai tuntutan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2027 yang layak, kepastian Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan & Ketenagakerjaan, hingga penolakan praktik kerja kontrak outsourcing tanpa kepastian hukum dan lain lain.

LBH KEP Jatim turut memberikan pendampingan hukum dalam menyusun poin-poin tuntutan agar tidak keluar dari koridor peraturan perundang-undangan. Sementara itu, Media SUPER JATIM yang hadir dalam acara tersebut menyatakan kesiapan untuk mengawal proses hearing hingga pelaksanaan aksi Mayday nanti, sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berserikat dan hak menyuarakan aspirasi pekerja.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu ditutup dengan kesepakatan bahwa DPD FSPKEP KSPI Jatim akan segera mengagendakan pertemuan resmi dengan unsur eksekutif dan legislatif Jawa Timur. Rapat dengar pendapat tersebut rencananya akan digelar dua pekan sebelum puncak aksi Mayday 2026, dengan membawa draf tuntutan yang telah disusun berdasarkan aspirasi dari akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *