Pemasangan Stiker “Keluarga Miskin” oleh Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang Berujung Pengunduran Diri Penerima Bansos


Kabupaten Kepahiang, Media suarapergerakan.id | Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Sosial berencana memasang stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” pada rumah-rumah penerima bantuan sosial (Bansos) sebagai bagian dari langkah verifikasi data penerima. Namun, langkah ini memunculkan kontroversi dan pengunduran diri dari beberapa penerima manfaat.

Menurut laporan, sejumlah warga yang selama ini memperoleh Bansos memilih mengundurkan diri ketika petugas sosial hendak menempel stiker di rumah mereka. Salah satu warga menolak pemasangan dengan alasan bahwa kondisi rumahnya sudah layak, bahkan memiliki mobil dan rumah yang cukup bagus , sehingga merasa label “keluarga miskin” tidak sesuai.

Latar Belakang

Langkah ini dilatar belakangi upaya Dinas Sosial untuk memperketat ketepatan sasaran program Bansos. Program pemasangan stiker merupakan bagian dari verifikasi lapangan guna memastikan bahwa data penerima bantuan sosial benar-benar tertuju kepada keluarga yang memenuhi kriteria.

Kronologi

Sejak awal Oktober 2025, tim verifikasi dari Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang mulai mendatangi rumah-rumah penerima manfaat dan memasang stiker “Keluarga Miskin” di bagian luar rumah.

Beberapa rumah yang dilaporkan cukup layak dan memiliki aset signifikan tetap dicatat sebagai penerima bantuan dan menjadi target pemasangan stiker.

Atas pemasangan stiker ini, sebagian warga memilih menyatakan mundur sebagai penerima manfaat agar stiker tidak ditempel di rumah mereka karena merasa malu atau merasa tidak layak mendapat label “keluarga miskin”.

Dampak yang Terjadi

Pengunduran diri penerima manfaat: Beberapa keluarga memilih untuk melepas status sebagai penerima Bansos agar rumahnya tidak dipasangi stiker yang dianggap mencoreng harga diri.

Kritik sosial: Kebijakan pemasangan stiker dianggap menimbulkan stigma bagi penerima Bansos, khususnya bagi mereka yang merasa telah mampu atau memiliki aset yang layak.

Dinsos pasang stiker “Keluarga Miskin” di rumah penerima Bansos. “Kami malu, rumah kami tidak miskin,” ujar warga yang memilih mundur dari daftar penerima.

Validasi data terganggu: Karena penolakan pemasangan stiker oleh beberapa penerima, proses verifikasi dan pengumpulan data lapangan menjadi kurang lancar.

Pernyataan Resmi

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang menyatakan bahwa langkah ini masih dalam tahap evaluasi dan belum sepenuhnya diterapkan secara massal. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah agar program bantuan sosial mencapai keluarga yang benar-benar membutuhkan. Namun, ia juga mengakui bahwa aspek sensitivitas sosial dan komunikasi publik perlu diperbaiki.

Rekomendasi Langkah Ke Depan

  1. Melakukan sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat mengenai tujuan, mekanisme, dan arti pemasangan stiker agar tidak menimbulkan salah paham atau stigma negatif.
  2. Meninjau ulang aspek estetika dan penempatan stiker , mungkin menggunakan label atau tanda yang lebih halus agar tidak mencederai kesejahteraan psikologis penerima manfaat.
  3. Memastikan verifikasi data melalui metode yang lebih transparan, objektif, dan melibatkan partisipasi penerima manfaat, agar tidak muncul kasus penerima yang merasa tidak layak tetapi tetap terdaftar.
  4. Membangun mekanisme pengaduan terbuka bagi masyarakat yang merasa terjadi ketidaksesuaian data penerima Bansos atau merasa terlabel secara tidak adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *