Pacet, Media Suarapergerakan.id | Setelah hampir dua dekade berpisah sejak tahun 2006, dua sahabat seperjuangan dalam dunia gerakan buruh, Wisnu dan Sunandar, akhirnya kembali bertemu di momen pendidikan dan pelatihan Serikat Pekerja Kampus UNIKA Widya Mandala Surabaya yang diselenggarakan oleh Wadah Asah Solidaritas (WADAS) Surabaya di wisma Kartini Pacet Mojokerto. Pertemuan penuh kehangatan itu menjadi ajang bernostalgia sekaligus refleksi atas perjalanan panjang mereka dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan kaum pekerja di Indonesia. Sabtu, (25/10).
Dalam suasana penuh keakraban, keduanya mengenang masa-masa awal perjuangan membangun organisasi yaitu Serikat Buruh Gresik Selatan (SERBU SETAN) pada saat itu dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di kalangan buruh. “Dulu, semangat kita satu: bagaimana Buruh bisa punya suara dan masa depan yang lebih baik,” ujar Wisnu dengan penuh semangat saat mengingat masa-masa itu.
Kini, keduanya menapaki jalan perjuangan yang berbeda namun tetap dalam satu tujuan besar yaitu penguatan posisi Buruh dan peningkatan kualitas SDM Buruh. Wisnu saat ini tetap fokus pada pengembangan dan pendampingan pekerja melalui berbagai program peningkatan kompetensi dan pelatihan SDM. Sementara itu, Sunandar kini dipercaya sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP KEP-KSPI).
Dalam pertemuan tersebut, mereka berdiskusi panjang tentang tantangan Buruh di era industri modern serta strategi untuk memperkuat gerakan Serikat Pekerja agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Sunandar menegaskan bahwa perjuangan buruh hari ini bukan hanya soal upah, tetapi juga peningkatan kapasitas, kesejahteraan berkelanjutan, dan perlindungan kerja yang bermartabat.
“Serikat Pekerja harus menjadi rumah belajar bagi anggotanya. Di dalamnya ada ruang tumbuh, ruang solidaritas, dan ruang untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama,” ujar Sunandar.
Pertemuan ini menjadi simbol kuat bahwa semangat perjuangan tidak pernah padam, meski waktu dan tempat memisahkan langkah. Baik Wisnu maupun Sunandar sepakat bahwa regenerasi dan penguatan kapasitas SDM Buruh merupakan kunci untuk menjaga keberlanjutan gerakan Buruh di Indonesia.
Pertemuan dua sahabat seperjuangan ini bukan sekadar reuni, tetapi juga momentum penting untuk menyambung kembali semangat dan visi perjuangan buruh Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya.
