Serang, Media Suarapergerakan.id | Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya pada aspek teknologi semata, tetapi juga pada pola hubungan sosial, nilai, norma, serta lembaga-lembaga sosial. Transformasi ini menandai pergeseran cara hidup masyarakat dari tradisional menuju digital, sebagaimana dapat dipahami melalui perspektif sosiolog Indonesia, Selo Soemardjan.
Perubahan sosial yang terjadi saat ini terlihat jelas dalam pola interaksi antarindividu. Hubungan sosial yang sebelumnya terbatas pada lingkungan terdekat kini menjadi semakin luas dan fleksibel. Melalui media sosial dan permainan daring, masyarakat dapat menjalin pertemanan lintas kota bahkan lintas negara tanpa harus bertemu secara langsung. Fenomena ini mencerminkan pergeseran struktur sosial yang mengubah pola hubungan antarindividu, sebagaimana dijelaskan oleh Selo Soemardjan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial secara menyeluruh.
Namun demikian, perlu adanya keseimbangan dalam memanfaatkan kemajuan digital tersebut. Luasnya jaringan pertemanan di dunia maya tidak boleh mengurangi kedekatan sosial dengan lingkungan sekitar, karena interaksi langsung tetap memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial.
Selain hubungan sosial, nilai dan norma dalam masyarakat juga mengalami perubahan signifikan. Media sosial mendorong keterbukaan informasi yang lebih luas, termasuk dalam hal kehidupan pribadi. Jika pada masa lalu masyarakat cenderung menjaga privasi, kini banyak individu secara sukarela membagikan aktivitas keseharian mereka di ruang publik digital. Perubahan ini turut memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap sopan santun, etika berkomunikasi, dan batasan privasi. Dalam pandangan Selo Soemardjan, masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang telah ada.
Transformasi juga terjadi pada lembaga-lembaga sosial seperti pendidikan, pemerintahan, dan ekonomi. Proses pembelajaran, layanan administrasi, hingga aktivitas perdagangan kini banyak dilakukan secara daring. Sekolah menerapkan sistem pembelajaran digital, pemerintah mengembangkan layanan berbasis elektronik, dan pasar tradisional mulai beralih ke platform digital. Perubahan ini menunjukkan adanya transformasi besar dalam cara masyarakat bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Meski membawa banyak kemudahan, perubahan sosial berbasis teknologi digital juga menimbulkan berbagai tantangan. Kesenjangan akses internet, maraknya penyebaran informasi hoaks, serta memudarnya nilai kebersamaan seperti gotong royong menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Dalam perspektif Selo Soemardjan, teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan kekuatan yang membentuk ulang cara hidup masyarakat.
Pada akhirnya, perubahan sosial dari tradisional ke digital memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sikap bijak dan kritis dalam menyikapi perkembangan teknologi agar perubahan yang terjadi benar-benar membawa kebaikan bagi kehidupan sosial secara berkelanjutan.
Penulis: Tia Febriana
Institusi: Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Kepala Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos
Program Studi: Administrasi Negara
