Sejumlah Motor Mogok Usai Isi Bensin di SPBU Jawa Timur, Dugaan Bahan Bakar Oplosan Menguat

Jawa Timur, Media Suarapergerakan.id | Fenomena tidak biasa terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Bojonegoro, Nganjuk, Lamongan, dan Sidoarjo. Dalam dua hari terakhir, banyak pengendara motor mengeluhkan kendaraannya mendadak mogok atau “mbrebet” tak lama setelah mengisi bahan bakar di SPBU setempat. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga, sementara para pemilik bengkel justru kebanjiran “pasien”.

“Sejak pagi sampai malam, bengkel saya tidak berhenti menerima motor yang tiba-tiba mogok setelah isi bensin. Rata-rata keluhannya sama, mesin mbrebet dan gasnya tidak mau naik,” ungkap Ahmad, salah satu pemilik bengkel di kawasan Sidoarjo, Rabu (29/10).

Menurut Ahmad, penyebab utama motor-motor tersebut mogok diduga karena pembakaran dalam mesin tidak berjalan sempurna dan setelah diganti busy, motor bisa menyala lagi. “Pembakaran jadi tidak sempurna karena kualitas bensin yang digunakan tidak bagus, kemungkinan oktannya terlalu rendah atau tercampur zat lain. Ini mirip gejala bahan bakar oplosan,” jelasnya.

Beberapa pengendara bahkan menuturkan bahwa motor mereka berhenti mendadak di tengah jalan hanya beberapa menit setelah keluar dari SPBU. “Baru isi bensin di SPBU dekat pasar, nggak sampai satu kilometer motor langsung brebet dan mati total,” ujar Satroni, warga Sidoarjo yang tampak kesal di bengkel tempat motornya sedang diperbaiki. Ia menambahkan dengan nada geram, “Kalau benar ini gara-gara bensin oplosan, siapa yang tanggung jawab? Apa pemerintah mau ganti motor kami yang rusak?”

Dugaan mengenai adanya praktik pengoplosan bahan bakar kembali mencuat di tengah masyarakat. Sebelumnya, isu tentang peredaran bensin oplosan memang sempat beredar di sejumlah daerah di Jawa Timur, namun belum ada pembuktian konkret dari pihak berwenang. Banyak warga mendesak agar pemerintah dan Pertamina segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap SPBU yang diduga menyalurkan bahan bakar bermasalah.

“Kalau benar ada SPBU yang menyalurkan bensin oplosan, ini kejahatan serius. Dampaknya bukan cuma motor rusak, tapi juga bisa membahayakan keselamatan pengendara,” kata Rina, aktivis konsumen dari Surabaya.

Sementara itu, pihak kepolisian daerah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur dikabarkan mulai melakukan pengambilan sampel bahan bakar dari sejumlah SPBU untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait keluhan massal yang dialami para pengendara tersebut.

Kejadian ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan distribusi bahan bakar di tingkat daerah. Masyarakat berharap pemerintah bertindak cepat untuk memastikan mutu BBM di SPBU benar-benar sesuai standar nasional dan tidak lagi merugikan pengguna jalan.

Apakah benar ini akibat dari bensin oplosan yang selama ini hanya dianggap isu? Waktu dan hasil uji laboratorium akan menjawab. Yang pasti, para pengendara kini menanggung kerugian nyata, sementara para pemilik bengkel mendapat rezeki tak terduga di tengah gejolak keprihatinan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *