Sidoarjo, Media Suarapergerakan.id | 18 Agustus 2025 — Teriakan riuh, tawa pecah, dan cipratan air mewarnai perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Kureksari, RT01/RW03, Sidoarjo. Warga menggelar lomba “Gebuk Bantal”, permainan tradisional yang selalu ditunggu setiap Agustusan karena mampu menghadirkan keceriaan lintas usia.
Sejak pagi, jalan kampung sudah ramai oleh warga yang berkumpul di sekitar kolam buatan. Sorak-sorai pecah setiap kali peserta tercebur ke air setelah gagal menjaga keseimbangan. Anak-anak kecil berteriak riang, sementara para orang tua tersenyum bangga melihat semangat generasi muda.
“Lucu sekali, baru naik sebentar sudah jatuh lagi,” ujar Nena, salah satu penonton sambil tertawa terpingkal-pingkal.
Di atas bambu yang licin, dua bocah saling berhadapan, masing-masing membawa guling berisi sekam. Mereka berusaha menjaga keseimbangan sambil sesekali mengayunkan pukulan. Namun tak jarang, bukannya mengenai lawan, justru diri sendiri yang kehilangan pijakan dan tercebur, disambut gelak tawa penonton.
Ketua panitia lomba, Adi alias Sogol, menyebut kegiatan ini rutin digelar setiap tahun. “Bukan soal menang atau kalah, tapi kebersamaan. Anak-anak senang, orang tua ikut terhibur, itulah inti perayaan Agustusan di kampung kami,” ujarnya.
Meski sederhana, antusiasme warga begitu besar. Hampir seluruh warga turun menyaksikan, bahkan ada yang sengaja pulang kampung untuk ikut memeriahkan acara. Persiapan lomba pun dilakukan dengan gotong royong, mulai dari memasang bambu, mengisi guling, hingga membuat kolam darurat dari terpal.
Menurut Survei Sosial Budaya BPS (2022), sekitar 74% masyarakat Indonesia masih aktif mengikuti lomba tradisional saat Agustusan, termasuk gebuk bantal, panjat pinang, dan balap karung. Meski hiburan modern semakin marak, permainan rakyat terbukti tetap bertahan sebagai perekat kebersamaan.
Tradisi ini menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati lewat upacara, tetapi juga lewat keceriaan rakyat. Di tepi kolam Desa Kureksari, tawa yang menggema menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih hidup, menyatu dalam kegembiraan warganya
