Wadah Asah Solidaritas Gelar Pendidikan dan Pelatihan Teater Rakyat Bagi Buruh

Pasuruan, Media Suarapergerakan.id | Wadah Asah Solidaritas Surabaya menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teater Rakyat yang diikuti oleh 15 peserta dari kalangan pekerja/buruh lintas federasi serikat pekerja. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu hingga Selasa, 14–17 Februari 2026, bertempat di Griya Samadhi Vincentius Prigen Pasuruan.

Pelatihan ini mengambil tema ” Bangkit Mengakui Diri sebagai Manusia Pekerja ” menghadirkan narasumber dari Institut Teater Rakyat Jogjakarta yang memberikan pembekalan teori dan praktik teater rakyat sebagai media ekspresi, pendidikan, dan alat perjuangan sosial.

Peserta Lintas Federasi Serikat Pekerja

Sebanyak 15 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan dari berbagai federasi Serikat Pekerja, di antaranya FSP KEP, SBK, KASBI. Mereka berasal dari beberapa perusahaan diantaranya dari PT Young tree Industries, Wings Surya Driyorejo, Sorini Agro, Premier, KFC dan dari YKS sendiri yang tentunya memiliki latar belakang pengalaman organisasi yang beragam.

Kehadiran peserta lintas federasi ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan solidaritas antar serikat pekerja melalui pendekatan seni dan budaya.

Hari Pertama: Eksplorasi Diri dan Ekspresi Tubuh

Pada hari pertama, peserta diajak untuk saling mengenal melalui metode perkenalan dengan ekspresi unik masing-masing. Pendekatan ini bertujuan membangun kepercayaan diri serta mencairkan suasana di antara peserta.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi eksplorasi diri melalui gerak tubuh. Latihan ini difokuskan pada kesadaran tubuh, keberanian berekspresi, serta kemampuan menyampaikan pesan melalui bahasa nonverbal.

Metode pelatihan yang interaktif membuat peserta aktif terlibat dalam setiap sesi, mulai dari olah tubuh, olah rasa, hingga simulasi adegan bertema realitas kehidupan buruh.

Tujuan Pelatihan: Membangun Karakter dan Pola Pikir Progresif

Koordinator penyelenggara, Dari WADAS Surabaya, Indro Wicaksono, menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan teater rakyat ini memiliki tujuan strategis bagi gerakan Serikat Pekerja.

“Tujuan diadakan pendidikan dan pelatihan teater rakyat ini agar para peserta lebih mampu mengeksplorasi diri dan mengeluarkan ekspresi. Harapannya ke depan peserta dapat melakukan perubahan pola pikir dan karakter, sehingga bisa membawa perubahan yang lebih positif bagi gerakan perjuangan serikat pekerja,” ujar Indro.

Menurutnya, teater rakyat bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan media untuk menganalisis permasalahan, pendidikan kritis yang mampu membangun kesadaran kolektif dan memperkuat solidaritas kelas pekerja.

Teater Rakyat sebagai Media Perjuangan

Selama empat hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan teori dasar teater rakyat, tetapi juga praktik langsung penyusunan adegan yang mengangkat isu-isu ketenagakerjaan, ketidakadilan, dan dinamika perjuangan buruh sesuai realita dan pengalaman di tempat kerja masing-masing.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan kader-kader budaya di lingkungan Serikat Pekerja yang mampu menggunakan seni sebagai alat advokasi, kritik konstruktif, edukasi, dan penguatan organisasi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Wadah Asah Solidaritas menegaskan komitmennya dalam membangun gerakan pekerja yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga kreatif, reflektif, dan berdaya secara kultural.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *