Sidoarjo, Media Suarapergerakan.id | Jamkeswatch Sidoarjo sukses menyelenggarakan Workshop Jaminan Sosial yang diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan pimpinan unit kerja di perusahaan dan dari Federasi Serikat Pekerja dari Sidoarjo dan Gresik. Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pekerja terkait hak-hak jaminan sosial, baik di bidang kesehatan maupun ketenagakerjaan.Rabu, (03/12).

Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber penting, salah satunya Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, dr. H. Munaqib M.M., AAAK, yang menyampaikan materi mengenai program, regulasi, serta manfaat layanan BPJS Kesehatan bagi peserta pekerja. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kepesertaan aktif dan pemahaman prosedur layanan agar pekerja dapat memperoleh manfaat secara optimal.

Dari BPJS Ketenagakerjaan, hadir pula narasumber Ibu Binar dan Bapak Adi. Keduanya mengulas berbagai program unggulan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Para peserta diberikan penjelasan mendalam mengenai manfaat program, alur klaim, serta perlindungan komprehensif yang diberikan negara melalui skema jaminan sosial.

Memasuki sesi ketiga, workshop menghadirkan materi tentang Advokasi Jaminan Sosial yang disampaikan oleh Sri Handayani, relawan senior Jamkeswatch Sidoarjo. Dalam sesi ini peserta diajak memahami peran strategis advokasi dalam membantu masyarakat dan pekerja ketika menghadapi kendala layanan jaminan sosial, termasuk mekanisme pelaporan dan pendampingan.

Sesi yang paling menarik sekaligus interaktif adalah sesi tanya jawab, di mana peserta secara aktif diberikan kesempatan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kasus nyata yang mereka temui di lapangan. Seluruh pertanyaan dijawab secara langsung oleh para narasumber, sehingga diskusi berlangsung hangat dan memberikan wawasan praktis yang sangat bermanfaat.
Melalui workshop ini, Jamkeswatch Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi jaminan sosial di kalangan pekerja dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong semakin banyak pekerja memahami haknya serta mampu mengakses layanan jaminan sosial secara benar dan tepat.
