JAWA TIMUR, Media Suarapergerakan.id | Kabar duka menyelimuti keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jawa Timur. Tokoh senior buruh sekaligus mantan Ketua DPD FSP FARKES Reformasi Provinsi Jawa Timur, Sugiono, meninggal dunia pada Jumat, 22 Mei 2026, sekira pukul 07.10 WIB di Kabupaten Nganjuk karena sakit.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi jajaran PERDA KSPI Provinsi Jawa Timur, keluarga besar FSP FARKES Reformasi, serta seluruh aktivis serikat pekerja yang pernah berjuang bersama beliau.
Dalam pernyataannya, Ketua PERDA KSPI Jawa Timur, Panjang Apin Sirait, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Sugiono atau yang akrab disapa “Pak Dhe Giono”.
“Kami keluarga besar PERDA KSPI Provinsi Jawa Timur turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Sugiono. Beliau adalah sosok pejuang buruh yang setia, tulus, dan penuh dedikasi dalam membesarkan organisasi serikat pekerja,” demikian pernyataan belasungkawa dari PERDA KSPI Jawa Timur.
Dikenal Aktif dan Loyal dalam Perjuangan Buruh
Semasa hidupnya, Sugiono dikenal sebagai tokoh FSP FARKES Reformasi KSPI yang aktif, loyalis, dan disiplin dalam menjalankan tugas organisasi. Almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang selalu patuh terhadap instruksi organisasi serta konsisten memperjuangkan hak-hak kaum pekerja bersama seluruh buruh dan Serikat Buruh di Jawa Timur termasuk juga dengan PERDA KSPI Jawa Timur.

Berbagai agenda perjuangan buruh turut menjadi bagian dari pengabdian beliau, mulai dari perjuangan upah layak, pengawalan kebijakan ketenagakerjaan, hingga aksi-aksi Hari Buruh Internasional atau May Day yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Rekan-rekan seperjuangan mengenang Sugiono sebagai sosok yang tidak pernah lelah hadir di tengah perjuangan buruh. Dengan semangat dan loyalitas tinggi, beliau selalu berada di garis depan dalam mengawal aspirasi pekerja, khususnya di sektor farmasi dan kesehatan.
Kenangan dan Keteladanan yang Akan Selalu Dikenang
Bagi keluarga besar KSPI Jawa Timur, almarhum bukan hanya seorang pengurus organisasi Serikat Pekerja, tetapi juga sosok panutan yang memiliki ketulusan jiwa dan semangat perjuangan luar biasa.
Sapaan akrab “Pak Dhe Giono” menjadi simbol kedekatan beliau dengan para anggota Serikat Pekerja baik di Farkes sendiri maupun dengan Serikat Buruh lainnya. Sikap rendah hati, penuh semangat, dan kepedulian terhadap sesama pekerja menjadi kenangan yang terus hidup di hati rekan-rekan seperjuangannya.
Apin, Ketua PERDA KSPI Jawa Timur, menyatakan bahwa jasa, pengabdian, dan perjuangan almarhum akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan gerakan serikat pekerja di Jawa Timur.
“Terima kasih Pak Dhe Giono. Kami akan selalu mengenang jasa perjuanganmu, kesetiaanmu, dan ketulusan jiwamu. Semoga engkau tenang di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapatkan husnul khatimah,” ungkap Apin
Doa untuk Almarhum Sugiono
Kepergian Sugiono menjadi kehilangan besar bagi gerakan buruh di Jawa Timur. Namun semangat perjuangan dan pengabdiannya diyakini akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus serikat pekerja.
Seluruh keluarga besar KSPI Jawa Timur turut mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
