SERANG, Media Suarapergerakan.id | Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem absensi berbasis Radio Frequency Identification (RFID) di SMAS Mathla’ul Anwar Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 26 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Implementasi Sistem Absensi Berbasis RFID untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kedisiplinan Siswa.”
Implementasi teknologi ini menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi administrasi pendidikan, khususnya dalam proses pencatatan, monitoring, dan rekapitulasi kehadiran siswa.
Lima Mahasiswa Terlibat dalam Implementasi Sistem RFID
Kegiatan PKM tersebut melibatkan lima mahasiswa Program Studi Sistem Komputer UNPAM Kampus Serang, yakni Heri Febrian Sembiring, Abas, Asep Apriana, Naila Rahma Khairunnisa, dan Saepul.

Mereka didampingi oleh Dosen Pembimbing Agus Suhendi, S.Kom., M.Kom. selama proses pelaksanaan kegiatan di SMAS Mathla’ul Anwar Cinangka.
Sistem absensi yang diperkenalkan memanfaatkan kartu RFID sebagai identitas siswa. Kartu tersebut dibaca menggunakan perangkat RFID Reader ketika siswa melakukan tapping pada perangkat absensi.

Setelah kartu terbaca, identitas siswa akan diproses oleh sistem dan data kehadiran tersimpan secara otomatis ke dalam database. Selanjutnya, data tersebut dapat ditampilkan melalui dashboard monitoring berbasis web.
Mengubah Absensi Manual Menjadi Sistem Digital
Sebelum sistem diterapkan, proses absensi di SMAS Mathla’ul Anwar Cinangka masih dilakukan secara manual menggunakan buku absensi.
Metode tersebut membuat proses pencatatan dan rekapitulasi kehadiran membutuhkan waktu lebih lama. Pemantauan data kehadiran secara cepat juga menjadi lebih terbatas karena harus dilakukan melalui pencatatan dan pemeriksaan secara manual.
Melalui sistem absensi RFID, proses pencatatan kehadiran diarahkan menjadi lebih otomatis, terstruktur, dan terintegrasi.
Pelaksanaan PKM dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan dan analisis kebutuhan, penyesuaian serta konfigurasi sistem, instalasi perangkat RFID, implementasi, uji coba dan validasi sistem, hingga pelatihan guru dan staf sekolah.
Mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada siswa mengenai cara menggunakan kartu RFID dan tata cara melakukan absensi dengan sistem yang telah diterapkan.
Uji Coba 30 Siswa, Tingkat Keberhasilan RFID 100 Persen
Berdasarkan hasil pengujian yang tercantum dalam laporan PKM, sebanyak 30 siswa mengikuti uji coba sistem absensi RFID.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh kartu RFID yang digunakan berhasil terbaca dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Data kehadiran juga dapat tersimpan secara otomatis ke dalam database dan ditampilkan melalui dashboard monitoring secara real-time.
Dari sisi waktu, proses absensi tercatat mengalami perubahan. Jika sebelumnya membutuhkan sekitar 30 detik per siswa, dengan sistem RFID proses tersebut dapat dilakukan sekitar 3 detik per siswa.
Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi efisiensi dalam proses pencatatan kehadiran, terutama ketika sistem digunakan untuk jumlah siswa yang lebih banyak.
Guru Diperkenalkan dengan Pengelolaan Data Kehadiran Digital
Kegiatan PKM tidak hanya berfokus pada penerapan perangkat teknologi, tetapi juga memberikan edukasi kepada guru, staf administrasi, dan siswa mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan data kehadiran.
Berdasarkan evaluasi yang tercantum dalam laporan kegiatan, 90 persen guru menyatakan sistem absensi RFID membantu pekerjaan administrasi, terutama dalam proses pencatatan, monitoring, dan rekapitulasi data kehadiran.
Salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Pamulang menyampaikan bahwa penerapan sistem tersebut diharapkan dapat membantu sekolah meningkatkan efisiensi proses absensi sekaligus mendorong kedisiplinan siswa dan guru.
Sekolah Didorong Mengoptimalkan Teknologi Absensi
Pihak SMAS Mathla’ul Anwar Cinangka menunjukkan dukungan dan antusiasme terhadap penerapan teknologi baru yang dapat membantu meningkatkan kualitas layanan administrasi pendidikan.
Sistem yang telah diperkenalkan diharapkan tidak berhenti pada tahap implementasi PKM, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah.
Pengembangan selanjutnya dapat mencakup pemeliharaan perangkat, penambahan RFID Reader, serta pengembangan fitur monitoring agar pengelolaan data kehadiran semakin terintegrasi.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Universitas Pamulang tidak hanya menerapkan ilmu teknologi informasi secara langsung, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap proses digitalisasi administrasi sekolah.
Implementasi absensi berbasis RFID di SMAS Mathla’ul Anwar Cinangka diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membangun sistem pengelolaan kehadiran yang lebih cepat, terstruktur, dan mudah dipantau.
