PKP Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Ir H Said Iqbal, M,.E Hadiri MUNAS VII FSP KEP-KSPI

JAKARTA, Media Suarapergerakan.id | Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP-KSPI) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) VII yang berlangsung pada 25–27 Oktober 2026 di Menara Peninsula, Jakarta Barat.

MUNAS VII FSP KEP-KSPI menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah perjuangan serikat pekerja untuk lima tahun mendatang. Kegiatan ini diikuti para delegasi dari berbagai tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Unit Kerja (PUK), Pimpinan Cabang (DPC), hingga Pimpinan Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia.

Kehadiran para delegasi mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat persatuan organisasi, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta memperjuangkan hak-hak buruh di sektor kimia, energi, pertambangan, minyak, gas bumi, dan sektor umum.

Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Hadiri MUNAS VII FSP KEP-KSP

MUNAS VII FSP KEP-KSPI turut dihadiri Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Ir. H. Said Iqbal, S.E., M.E., Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Ramidi, serta para ketua umum federasi serikat pekerja yang tergabung dalam KSPI.

Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menunjukkan pentingnya peran dialog antara serikat pekerja, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.

Said Iqbal Soroti pentingnya Demokrasi Yang Matang dan Bermartabat Dalam MUNAS VII FSP KEP-KSPI.

Dalam sambutanya Said Iqbal menyampaikan pelaksanaan MUNAS VII FSP KEP-KSPI sebagai momentum untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan FSP KEP-KSPI dalam memperjuangkan kesejahteraan anggotanya, untuk itu dia berpesan agar dalam pelaksanaan nya bisa berlangsung secara demokratis dan mengedepankan semangat persatuan.

Ia menilai FSP KEP merupakan salah satu pilar penting KSPI dan Partai Buruh dalam gerakan buruh nasional. Menurutnya, pergantian kepemimpinan melalui mekanisme organisasi menjadi momentum untuk memperkuat peran Serikat Pekerja dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

Said Iqbal juga mengapresiasi sikap FSP KEP-KSPI yang selama ini dinilai konsisten dan aktif membersamai dan berjuang bersama KSPI, baik melalui pertemuan langsung, audiensi, diskusi dalam perumusan konsep maupun bersama dalam penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa.

Selain itu Said Iqbal menyampaikan bahwa Momentum MUNAS VII FSP KEP-KSPI ini sebagai evaluasi dan pengingat persoalan dan tantangan ketenagakerjaan, baik pada tingkat global maupun nasional sudah siap menanti kita, untuk itu diperlukan semangat juang yang tinggi dan ditopang dengan persatuan dan kesatuan yang kokoh.

Pemahaman terhadap perubahan dunia kerja dinilai penting agar serikat pekerja mampu merespons berbagai persoalan secara tepat, termasuk perubahan kebutuhan industri, perlindungan hak pekerja, dan dinamika hubungan industrial.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha dan menjaga ada anggota FSP KEP-KSPI, memberikan perlindungan kepada pekerja, serta mendukung kepentingan masyarakat dan negara.

Siruaya Utamawan Pimpin FSP KEP-KSPI Periode 2026–2031

Melalui proses pemilihan yang sah dan demokratis, seluruh peserta MUNAS VII FSP KEP-KSPI menetapkan Siruaya Utamawan, S.E., M.M., CACP., AAAK., sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2026–2031.

Terpilihnya kepemimpinan baru diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Kepemimpinan periode mendatang juga diharapkan mampu meningkatkan soliditas antarstruktur, memperkuat kapasitas organisasi, serta memperluas perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja.

Tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks membutuhkan serikat pekerja yang kuat, mandiri, demokratis, dan mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya melalui berbagai jalur perjuangan, baik dialog sosial, perundingan, maupun penyampaian aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, FSP KEP-KSPI diharapkan semakin mampu memperkuat posisinya sebagai organisasi perjuangan pekerja di sektor kimia, energi, pertambangan, minyak, gas bumi, dan sektor umum.

MUNAS VII FSP KEP-KSPI tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja Indonesia.

Seluruh peserta dan jajaran organisasi bertekad menjaga persatuan serta memperkuat solidaritas dalam mewujudkan pekerja Indonesia yang sejahtera, adil, dan bermartabat.

Melalui kepemimpinan periode 2026–2031, FSP KEP-KSPI diharapkan mampu meningkatkan peran strategisnya dalam memperjuangkan perlindungan pekerja, mendorong hubungan industrial yang adil, serta membangun masa depan dunia kerja Indonesia yang lebih baik.

Solidaritas, persatuan, dan perjuangan menjadi modal utama bagi FSP KEP-KSPI untuk terus bergerak memperjuangkan kesejahteraan dan martabat pekerja Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *