Gresik, Media Suarapergerakan.id | Antusiasme tinggi ditunjukkan ratusan karyawan saat mengikuti kegiatan Terapi Kesehatan Gratis yang diselenggarakan PUK SPKEP PT ADYABUANA PERSADA bekerja sama dengan manajemen perusahaan, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang istirahat karyawan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian serikat pekerja terhadap kesehatan fisik dan mental para pekerja. Ruang istirahat perusahaan disulap menjadi klinik sementara lengkap dengan area khusus privat untuk karyawati.
Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan sejumlah terapis berpengalaman di bidang akupuntur, bekam, dan pijat tulang kreteg yang merupakan kombinasi terapi tradisional dan modern. Sejak pagi hari, para peserta tampak bergantian mengikuti sesi terapi dengan tertib.
Banyak karyawan mengaku merasakan manfaat langsung setelah mengikuti terapi kesehatan tersebut, terutama untuk mengurangi pegal dan ketegangan otot akibat aktivitas kerja yang padat.
“Saya pilih bekam karena sering pegal di bahu. Setelah terapi, badan jadi terasa ringan sekali. Terima kasih kepada PUK dan Manajemen,” ujar salah satu karyawan bagian produksi.
Ketua PUK SPKEP PT ADYABUANA PERSADA, Sony Aris Mardyanto, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup pekerja di lingkungan perusahaan.
Menurutnya, kesehatan pekerja menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas dan kenyamanan kerja sehari-hari.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Manajemen perusahaan, baik fasilitas maupun izin pelaksanaan kegiatan ini. Ini menjadi bukti bahwa hubungan industrial di PT ADYABUANA PERSADA berjalan sehat dan harmonis,” ujar Sony.
Pihak manajemen perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif positif yang dilakukan PUK SPKEP. Manajemen menilai program kesehatan seperti ini memberikan dampak baik bagi kondisi fisik maupun semangat kerja karyawan.
“Kesehatan karyawan adalah aset perusahaan. Kami berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar perwakilan manajemen PT ADYABUANA PERSADA.
Tingginya antusiasme peserta terlihat dari membludaknya jumlah karyawan yang ingin mengikuti terapi. Bahkan, beberapa karyawan terpaksa belum dapat terlayani karena keterbatasan waktu pelaksanaan.
Mayoritas peserta berharap program terapi kesehatan gratis tersebut dapat digelar secara rutin, bahkan diusulkan menjadi agenda bulanan perusahaan.
“Kami mohon maaf kepada rekan-rekan karyawan yang belum sempat terlayani. Insyaallah kegiatan ini akan kami agendakan kembali dalam waktu dekat. Kami juga akan mengevaluasi kemungkinan mengusulkan program ini menjadi kegiatan rutin bersama Manajemen,” pungkas Ketua PUK.
Selain layanan terapi, para peserta juga mendapatkan edukasi singkat mengenai pola hidup sehat serta pencegahan cedera akibat kerja.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan hingga selesai pada siang hari.
