Sidoarjo, Media Suarapergerakan.id | Konsolidasi organisasi Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP-KSPI) Provinsi Jawa Timur digelar di kantor sekretariat DPC FSP KEP-KSPI Sidoarjo dengan dihadiri para pengurus DPC FSP KEP-KSPI se-Jawa Timur, Mulai dari DPC FSP KEP-KSPI kabupaten Sidoarjo, Gresik, Surabaya dan Pasuruan. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan organisasi sekaligus forum edukasi terkait peran, perlindungan, dan tantangan pekerja perempuan di dunia kerja.
Dalam kegiatan tersebut, pemahaman materi utama disampaikan oleh Endang Wahyuningsih Pengurus DPP FSP KEP-KSPI yang juga merupakan Komite Perempuan Industriall, menyoroti pentingnya pemberdayaan pekerja perempuan dalam lingkungan kerja maupun dalam organisasi Serikat Pekerja.

Endang Wahyuningsih menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam dunia industri dan gerakan Serikat Pekerja. Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan harus terus diperkuat agar tercipta keseimbangan, keadilan, serta perlindungan hak-hak pekerja perempuan itu sendiri di tempat kerja.
“Perempuan pekerja memiliki kontribusi besar dalam dunia kerja dan organisasi Serikat Pekerja. Karena itu, perlu adanya dukungan nyata dan kesempatan yang luas agar perempuan dapat berkembang serta berperan aktif dalam perjuangan kesejahteraan buruh,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Endang Wahyuningsih menyampaikan sejumlah poin penting, di antaranya:
- Peran strategis perempuan di dunia kerja;
- Peran perempuan dalam organisasi Serikat Pekerja;
- Kendala-kendala pekerja perempuan yang aktif sebagai pekerja sekaligus aktivis buruh;
- Perlindungan hal maternitas pekerja perempuan;
- Ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja;
- Pelecehan dan kekerasan di lingkungan kerja;
- Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya bagi pekerja perempuan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya Federasi Serikat Pekerja untuk terus mendorong kebijakan yang memberikan ruang, kesempatan, dan perlindungan bagi pekerja perempuan agar dapat berpartisipasi aktif dalam organisasi maupun perjuangan hak normatif pekerja.

Konsolidasi organisasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, bebas dari kekerasan, serta mendukung kesetaraan gender di dunia industri.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sharing pengalaman dan diskusi ringan yang berlangsung konstruktif. Para peserta aktif secara bergantian menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi pekerja perempuan di perusahaan masing-masing serta membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat advokasi dan perlindungan pekerja perempuan melalui serikat pekerja.
Kegiatan konsolidasi ini diharapkan mampu mempererat solidaritas antar pengurus FSP KEP-KSPI se-Jawa Timur sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan pekerja perempuan di Indonesia.
