Sidoarjo, Media suarapergerakan.id | Dalam upaya memperkuat peran kepemimpinan perempuan di sektor industri dan memperjuangkan lingkungan kerja yang aman, IndustriALL Indonesia Council menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Komite Perempuan.
Acara yang berlangsung selama dua hari, dari Senin hingga Selasa, 18–19 Mei 2026 ini digelar di Hotel Fave Sidoarjo, Jalan Jenggolo No 15,Pucang,SidoarjoJawa Timur, dengan melibatkan berbagai perwakilan serikat pekerja.
Pelatihan strategis ini didukung penuh oleh jaringan global seperti Union to Union, IFMETALL, Unionen, dan Pappers. Fokus utama agenda ini adalah membekali para anggota komite perempuan dengan kapasitas kepemimpinan yang kuat, pemahaman hak-hak dasar pekerja, serta strategi konkret dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Hari Pertama: Fokus pada Hak Dasar Pekerja dan Nol Toleransi Kekerasan SeksualRangkaian acara hari pertama dibuka langsung oleh Ketua Komite Perempuan IndustriALL Indonesia Council, Ibu Sumarnita.
Dalam pembukaannya, ditekankan komitmen kuat organisasi terhadap kebijakan global IndustriALL mengenai Nol Toleransi terhadap Pelecehan dan Kekerasan Seksual di lingkungan kerja.
Sesi materi hari pertama menghadirkan para ahli dan fasilitator berpengalaman yang mengupas tuntas isu-isu krusial buruh perempuan:Pengenalan IndustriALL dan UtoU Project: Disampaikan oleh Desry untuk memberikan landasan visi gerakan pekerja internasional.
Hak-Hak Dasar Buruh Bagi Anggota Serikat Pekerja: Difasilitasi oleh Evi Krisnawati guna memperkuat pemahaman regulasi dasar ketenagakerjaan.Memahami Praktik Konvensi ILO: Dipandu oleh Ira Laila untuk memetakan standar perburuhan internasional.

Memahami Kekerasan dan Pelecehan Berbasis Gender: Sesi sore yang interaktif bersama Sumiyati, yang mengulas standar penanganan kekerasan berbasis gender berdasarkan hukum Nasional maupun Internasional.

Hari Kedua: Penguatan Kepemimpinan dan Penyusunan Action Plan 2026Memasuki hari kedua, Selasa (19/5), fokus pelatihan bergeser pada implementasi taktis dan strategi manajerial di lapangan. Sesi pagi diawali dengan materi Kepemimpinan Perempuan oleh Dewi Nova, dilanjutkan dengan metode Body and Workplace Mapping yang difasilitasi oleh Endang Wahyuningsih (DPP FSP KEP Bidang Pemberdayaan Perempuan) untuk mengidentifikasi titik rawan risiko kerja bagi perempuan.
“Perempuan harus mampu mengenali lingkungan kerjanya secara utuh. Dengan memahami titik-titik rawan risiko kerja melalui pemetaan ini, Komite Perempuan di tingkat serikat pekerja memiliki dasar advokasi yang kuat untuk menuntut hak atas lingkungan kerja yang aman, sehat, dan responsif gender.” Endang Wahyuningsih, DPP FSP KEP Bidang Pemberdayaan Perempuan.

Salah satu sesi krusial dipimpin kembali oleh Ibu Sumarnita mengenai “Bagaimana Mengaktifkan Komite Perempuan di Serikat Kerja?”. Sesi ini memberikan peta jalan bagi para peserta agar mampu menggerakkan struktur komite secara aktif dan berdampak di perusahaan masing-masing.

Sebagai penutup, para peserta yang didampingi oleh fasilitator Desry dan Dhana merumuskan Action Plan 2026. Melalui kerja kelompok dan presentasi terstruktur, setiap perwakilan serikat pekerja berhasil menyusun rencana aksi nyata yang akan diimplementasikan sepanjang tahun 2026 guna memastikan program kesetaraan gender berjalan secara berkelanjutan.

Tentang IndustriALL Indonesia CouncilIndustriALL Indonesia Council adalah bagian dari IndustriALL Global Union yang mewakili jutaan pekerja di sektor manufaktur, energi, dan tambang di seluruh dunia. IndustriALL berkomitmen penuh dalam memperjuangkan hak-hak buruh, meningkatkan kondisi kerja, serta mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam posisi pengambilan keputusan di serikat pekerja.
