Eigerian Banten Gandeng BHUVANA DAYA KARSA Bahas Konservasi Satwa Liar dalam talkshow EMB

Serang, Suarapergerakan.id – Organisasi BHUVANA DAYA KARSA hadiri undangan eigerian banten untuk talkshow yang bertema aksi konservasi dalam rangkaian kegiatan Eiger Mega Bazar (EMB) yang berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) pukul 19.00 WIB di GOR Korem Maulana Yusuf, Serang, Banten.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi BHUVANA DAYA KARSA untuk memperkenalkan pentingnya konservasi kepada masyarakat, khususnya mengenai perlindungan satwa liar dan upaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Ketua Umum BHUVANA DAYA KARSA, Heru Setiawan, menjelaskan bahwa organisasi tersebut lahir dari keresahan terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat, khususnya di Kabupaten Pandeglang, seperti konservasi, sosial, pendidikan, dan kebencanaan. Namun, saat ini BHUVANA DAYA KARSA memfokuskan gerakannya pada bidang konservasi.

“Organisasi BHUVANA DAYA KARSA lahir karena isu tentang konservasi, sosial, pendidikan, dan kebencanaan di Pandeglang yang selalu ramai di masyarakat. Namun saat ini kami fokus di konservasi,” ujar Heru.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian adalah konflik antara satwa liar dan masyarakat yang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah wilayah. Ia mencontohkan kasus keberadaan binturong di kawasan Pulosari serta trenggiling di Gunung Karang.

Dalam beberapa kasus, satwa liar bahkan mendapatkan perlakuan yang membahayakan hingga menyebabkan kematian. Kondisi tersebut, menurut Heru, salah satunya dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai satwa liar dan status perlindungannya.
“Dalam beberapa kasus, masyarakat mengadili satwa dilindungi hingga mati. Itu bisa saja karena faktor ketidaktahuan. Maka dari itu, penting adanya penyuluhan serta edukasi untuk memitigasi konflik antara satwa dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kajian Strategis dan Riset (KASTRAT) BHUVANA DAYA KARSA, Ardin, menyampaikan bahwa konservasi satwa liar tidak sebatas melindungi keberadaan hewan, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlangsungan ekosistem dan kehidupan manusia di masa mendatang.

Menurutnya, “konservasi satwa liar bukan hanya tentang melindungi hewan, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan kehidupan di masa depan.”

“Melalui perlindungan habitat, penegakan hukum, konservasi in situ dan ex situ, serta monitoring yang berkelanjutan, kita dapat membantu mempertahankan populasi satwa liar dan menjaga keanekaragaman hayati.”

Karena pada akhirnya, menjaga satwa liar berarti menjaga keseimbangan alam. Mari kita mulai peduli dan mengambil bagian dalam upaya konservasi, karena apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi alam dan kehidupan di masa depan. Tutupnya

Melalui kegiatan tersebut, BHUVANA DAYA KARSA berharap kesadaran masyarakat terhadap konservasi dapat terus tumbuh. Upaya perlindungan alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun organisasi lingkungan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan keanekaragaman hayati tetap terjaga bagi generasi mendatang.(Afrizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *