Pandeglang, suarapergerakan.id – Bhuvana Daya Karsa sukses menyelenggarakan kegiatan EDUCAMP MINI EKSPEDISI 2026 dengan mengusung tema “Dari Pendaki Menjadi Penjaga: Peran Nyata Pecinta Alam dalam Konservasi” yang dilaksanakan selama dua hari, pada 6 hingga 7 Juni 2026 bertempat di kawasan Gunung Karang, tepatnya di Desa Saninten, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan kapasitas bagi para pecinta alam, aktivis lingkungan, serta generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan mendaki, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap pelestarian alam.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi dasar kegiatan luar ruang yang aplikatif dan berorientasi pada konservasi. Materi tersebut meliputi Navigasi Darat Manual dan Digital (Navdar) untuk memahami teknik pembacaan medan dan peta, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) sebagai bekal keselamatan dalam kegiatan alam terbuka, serta Manajemen Ekspedisi yang membahas perencanaan perjalanan, pengelolaan logistik, hingga manajemen tim dalam kegiatan lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh berbagai instansi dan elemen pecinta alam, di antaranya BASARNAS, PERHUTANI Pandeglang, MAPALA, SISPALA, komunitas pecinta alam, serta aktivis lingkungan dari berbagai daerah.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pelatihan teknik pemasangan camera trap untuk pemantauan Panthera pardus melas atau Macan Tutul Jawa, satwa endemik yang terancam punah dan masih tercatat menghuni kawasan Gunung Karang. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik penentuan titik pemasangan kamera berdasarkan jejak satwa, tanda cakaran, jalur lintasan, hingga etika pemasangan agar tidak mengganggu perilaku alami satwa liar.
Ketua Pelaksana kegiatan, Afrizal Kurniawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada eiger, sintas serta seluruh pihak yang telah mendukung baik support, sponsor dan media partner hingga peserta yang mengikuti hingga terselenggaranya kegiatan ini.
“Melalui kombinasi materi navigasi darat, PPGD, manajemen ekspedisi, hingga teknik pemasangan camera trap, kami ingin membangun perspektif baru bahwa pecinta alam bukan hanya sekadar pendaki, tetapi juga penjaga hutan yang memiliki kepedulian dan keterampilan dalam upaya konservasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan EDUCAMP MINI EKSPEDISI akan berlanjut pada Batch 2 dengan fokus kegiatan yang lebih mendalam terhadap proses monitoring satwa liar. Kegiatan lanjutan tersebut akan difokuskan pada pembongkaran camera trap yang telah dipasang sebelumnya, sekaligus mempelajari hasil dokumentasi lapangan guna memahami pola pergerakan dan siklus kehidupan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan Gunung Karang.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari tim Java Wide Leopard Survey (JWLS), BASARNAS, serta PKD MAPALA se-Banten yang memberikan pembekalan secara langsung kepada peserta melalui pendekatan teori dan praktik lapangan.
Dengan suksesnya penyelenggaraan EDUCAMP MINI EKSPEDISI 2026 ini, Bhuvana Daya Karsa berharap dapat melahirkan generasi pecinta alam yang lebih sadar konservasi, memiliki kemampuan lapangan yang mumpuni, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di kawasan Gunung Karang. (Red)
