Gresik, Suarapergerakan.id | PUK SP KEP PT. BSAS menggelar kegiatan konsolidasi organisasi yang dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota sebagai upaya memperkuat soliditas organisasi dan pemahaman anggota tentang Serikat Pekerja dan juga pentingnya iuran COS (Check Off System) sebagai penopang perjuangan serikat pekerja.
Ketua DPC FSP KEP-KSPI Kabupaten Gresik, Marsanto, S.H., yang menegaskan bahwa organisasi yang kuat tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui kebersamaan, solidaritas, dan partisipasi aktif seluruh anggota.


Dalam sambutannya, Marsanto menjelaskan bahwa iuran COS bukan sekadar potongan iuran bulanan, melainkan dana perjuangan yang menjadi kekuatan organisasi dalam menjalankan fungsi advokasi, pendampingan anggota, pendidikan, pelatihan, perundingan dengan perusahaan, hingga perjuangan hak-hak pekerja ketika terjadi permasalahan hubungan industrial.
“Organisasi harus selalu siap hadir ketika anggota membutuhkan perlindungan dan pembelaan. Kesiapan tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh anggota memiliki rasa tanggung jawab dan gotong royong dalam mendukung organisasi,” ungkap Marsanto.
Pada sesi pemaparan, Teguh Murdiyanto selaku Bendahara memberikan penjelasan mengenai dasar hukum iuran COS yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FSP KEP, khususnya Pasal 28 dan Pasal 30 tentang Keuangan Organisasi.
Teguh menjelaskan bahwa iuran anggota ditetapkan sebesar 1% dari UMK/UMP yang berlaku dan dibayarkan setiap bulan melalui mekanisme Check Off System (COS) atau pemotongan melalui perusahaan. Dana tersebut kemudian didistribusikan sesuai ketentuan organisasi, yaitu:
50% untuk PUK SP KEP
30% untuk DPC FSP KEP
10% untuk DPD FSP KEP
10% untuk DPP FSP KEP

Menurutnya, mekanisme tersebut telah diatur secara jelas dalam AD/ART untuk memastikan keberlangsungan program kerja organisasi di setiap tingkatan, mulai dari unit kerja hingga tingkat pusat.
Selain menjelaskan mekanisme pendistribusian iuran, Teguh juga menekankan bahwa COS merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong antaranggota dalam membangun organisasi yang mandiri, transparan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya.
Kegiatan konsolidasi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dialog konstruktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta berdiskusi terkait organisasi dan pengelolaan iuran COS sehingga tercipta pemahaman yang sama mengenai pentingnya kontribusi anggota dalam memperkuat serikat pekerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota semakin memahami bahwa organisasi yang kuat merupakan hasil dari kebersamaan seluruh anggota. Dengan organisasi yang kuat, maka perlindungan, pembelaan hak, dan peningkatan kesejahteraan pekerja dapat diperjuangkan secara lebih efektif.
